Inilah 23 Manfaat Sabun Sereh untuk Bau Badan, Ampuh!
Minggu, 11 Januari 2026 oleh journal
Penggunaan ekstrak tumbuhan dalam produk perawatan diri, khususnya sediaan pembersih kulit, menawarkan pendekatan alami untuk mengatasi aroma tubuh yang tidak sedap.
Formulasi semacam ini bekerja secara fundamental dengan menargetkan dan menghambat aktivitas mikroorganisme pada permukaan kulit, yang merupakan penyebab utama timpulnya bau.
Dengan memanfaatkan senyawa bioaktif yang terkandung dalam tanaman, produk tersebut tidak hanya membersihkan, tetapi juga memberikan efek terapeutik untuk mengontrol populasi bakteri dan menetralkan molekul bau yang dihasilkan dari proses metabolisme bakteri pada keringat.
manfaat sabun sereh untuk bau badan
Aktivitas Antimikroba Kuat Terhadap Bakteri Penyebab Bau
Bau badan, atau secara medis dikenal sebagai bromhidrosis, pada dasarnya tidak disebabkan oleh keringat itu sendiri, melainkan oleh hasil metabolisme bakteri yang hidup di permukaan kulit.
Bakteri seperti Staphylococcus epidermidis dan Corynebacterium spp. memecah senyawa organik yang terdapat dalam keringat apokrin menjadi molekul-molekul yang lebih kecil dan mudah menguap, yang menghasilkan aroma khas dan tidak sedap.
Sereh (Cymbopogon citratus) mengandung senyawa aktif utama, yaitu sitral dan geraniol, yang telah terbukti secara ilmiah memiliki sifat antimikroba yang poten.
Berbagai penelitian, seperti yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Microbiology, menunjukkan bahwa minyak esensial sereh efektif dalam menghambat pertumbuhan spektrum luas bakteri, termasuk strain yang bertanggung jawab atas timbulnya bau badan.
Mekanisme kerja senyawa sitral adalah dengan merusak membran sel bakteri, yang mengganggu fungsi vital sel seperti respirasi dan transpor nutrien, sehingga menyebabkan kematian sel bakteri atau menghambat kemampuannya untuk berkembang biak.
Penggunaan sabun yang diformulasikan dengan ekstrak sereh secara teratur membantu mengurangi populasi bakteri pada area-area yang rentan berkeringat, seperti ketiak dan lipatan kulit lainnya.
Dengan demikian, sabun sereh tidak sekadar menutupi bau, tetapi bekerja langsung pada akar permasalahan biologisnya, yaitu mengendalikan mikroorganisme penyebab bau untuk memberikan perlindungan yang lebih tahan lama dan efektif.
Efek Deodoran Alami dan Astringen Ringan
Selain kemampuannya sebagai agen antimikroba, sereh juga berfungsi sebagai deodoran alami yang sangat efektif.
Aroma sitrus yang kuat dan menyegarkan dari senyawa sitral mampu menetralkan dan menutupi molekul bau yang sudah ada di permukaan kulit, memberikan sensasi bersih dan segar seketika setelah penggunaan.
Manfaat ini bersifat komplementer terhadap aksi antimikrobanya, di mana efek penghilang bau instan bekerja selaras dengan kontrol bakteri jangka panjang. Aroma ini juga memberikan efek aromaterapi yang menenangkan, menjadikan pengalaman mandi lebih menyegarkan secara psikologis.
Lebih lanjut, ekstrak sereh diketahui memiliki sifat astringen yang ringan. Zat astringen bekerja dengan cara menyebabkan kontraksi atau penyempitan jaringan tubuh, termasuk pori-pori kulit.
Dengan mengencangkan pori-pori secara temporer, produksi keringat berlebih (hiperhidrosis) pada area aplikasi dapat sedikit berkurang.
Meskipun efek ini tidak sekuat antiperspiran berbahan dasar aluminium, pengurangan jumlah keringat yang dikeluarkan ke permukaan kulit berarti mengurangi substrat atau "makanan" bagi bakteri.
Kombinasi dari netralisasi bau, aroma segar, dan pengurangan keringat ringan ini menjadikan sabun sereh sebagai solusi holistik untuk manajemen bau badan.
Potensi Anti-inflamasi untuk Menjaga Kesehatan Kulit
Area tubuh yang rentan terhadap bau badan, seperti ketiak, sering kali mengalami iritasi akibat gesekan, pencukuran, atau penggunaan produk deodoran yang keras.
Peradangan atau inflamasi pada kulit dapat merusak pelindung alami kulit (skin barrier) dan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan bakteri patogen.
Berbagai studi, termasuk yang diulas dalam jurnal seperti Food and Chemical Toxicology, telah mengidentifikasi bahwa sitral, komponen utama dalam sereh, memiliki aktivitas anti-inflamasi yang signifikan. Senyawa ini dapat membantu menekan respons peradangan pada kulit.
Dengan menggunakan sabun sereh, potensi untuk meredakan kemerahan dan iritasi ringan pada kulit dapat tercapai. Kulit yang sehat dan tidak meradang memiliki sistem pertahanan yang lebih baik terhadap invasi mikroba yang tidak diinginkan.
Oleh karena itu, manfaat anti-inflamasi dari sereh secara tidak langsung turut berkontribusi dalam pengendalian bau badan dengan cara menjaga integritas dan kesehatan ekosistem kulit.
Hal ini memastikan bahwa kulit tidak hanya bebas dari bau tidak sedap, tetapi juga tetap dalam kondisi yang tenang, sehat, dan seimbang.