Inilah 23 Manfaat Sabun Sereh untuk Badan Berjerawat, Bebas Jerawat!

Jumat, 9 Januari 2026 oleh journal

Penggunaan bahan-bahan alami dalam formulasi produk pembersih kulit telah menjadi fokus dalam dermatologi modern, terutama untuk mengatasi kondisi kulit yang umum.

Secara khusus, pemanfaatan ekstrak tumbuhan yang diintegrasikan ke dalam bentuk sabun batangan menawarkan pendekatan topikal untuk menangani masalah seperti lesi jerawat yang tidak hanya muncul di wajah, tetapi juga di area tubuh lain seperti punggung, dada, dan bahu.

Inilah 23 Manfaat Sabun Sereh untuk Badan Berjerawat,...

Tanaman dari genus Cymbopogon, yang dikenal luas karena kandungan minyak atsirinya, sering kali menjadi pilihan utama dalam produk semacam itu karena memiliki sifat terapeutik yang telah teruji secara ilmiah untuk mendukung kesehatan kulit.

manfaat sabun sereh untuk badan berjerawat

  1. Sifat Antibakteri Terhadap Cutibacterium acnes

    Salah satu penyebab utama timbulnya jerawat pada tubuh adalah proliferasi bakteri Cutibacterium acnes (sebelumnya dikenal sebagai Propionibacterium acnes) di dalam folikel rambut yang tersumbat.

    Minyak atsiri sereh (Cymbopogon citratus) mengandung senyawa aktif utama bernama sitral, yang menyusun sekitar 70-80% dari total komposisinya.

    Senyawa ini menunjukkan aktivitas antimikroba yang kuat dengan spektrum luas, termasuk kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan bakteri gram-positif seperti C. acnes.

    Mekanisme kerjanya melibatkan perusakan membran sel bakteri, yang mengganggu proses vital seluler dan pada akhirnya menyebabkan kematian sel bakteri tersebut.

    Studi yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah, seperti Journal of Applied Microbiology, telah mendemonstrasikan bahwa minyak atsiri dengan konsentrasi sitral yang tinggi efektif dalam mengurangi populasi bakteri patogen pada kulit.

    Penggunaan sabun yang diformulasikan dengan ekstrak sereh secara teratur dapat membantu menekan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat di permukaan kulit tubuh.

    Hal ini secara langsung mengurangi kemungkinan terbentuknya lesi jerawat baru dan membantu mempercepat penyembuhan lesi yang sudah ada dengan menciptakan lingkungan kulit yang tidak mendukung perkembangan bakteri.

  2. Aktivitas Anti-inflamasi untuk Meredakan Peradangan

    Jerawat bukan hanya masalah penyumbatan dan infeksi bakteri, tetapi juga merupakan kondisi peradangan atau inflamasi.

    Timbulnya kemerahan, bengkak, dan rasa nyeri pada jerawat adalah hasil dari respons imun tubuh terhadap bakteri dan asam lemak bebas di dalam folikel.

    Sereh tidak hanya bersifat antibakteri, tetapi juga memiliki properti anti-inflamasi yang signifikan, berkat kandungan senyawa seperti sitral dan geraniol. Senyawa-senyawa ini terbukti mampu menghambat jalur biokimia yang memproduksi mediator pro-inflamasi, seperti sitokin dan prostaglandin.

    Penelitian dalam bidang farmakologi, salah satunya yang dibahas dalam Journal of Ethnopharmacology, menunjukkan bahwa ekstrak sereh dapat menurunkan ekspresi molekul-molekul yang terlibat dalam proses peradangan kulit.

    Dengan demikian, penggunaan sabun sereh pada area tubuh yang berjerawat dapat membantu menenangkan kulit yang meradang, mengurangi tingkat kemerahan, serta meredakan pembengkakan pada papula dan pustula.

    Efek menenangkan ini sangat penting untuk mencegah jerawat menjadi lebih parah dan meminimalkan risiko timbulnya bekas luka pasca-inflamasi (post-inflammatory hyperpigmentation).

  3. Efek Astringen untuk Mengontrol Produksi Sebum Berlebih

    Produksi sebum atau minyak alami kulit yang berlebihan merupakan faktor pemicu utama dalam patogenesis jerawat. Sebum yang melimpah dapat bercampur dengan sel kulit mati dan menyumbat pori-pori, menciptakan lingkungan anaerobik yang ideal bagi bakteri C.

    acnes untuk berkembang biak. Sereh memiliki sifat sebagai astringen alami, yang berarti dapat menyebabkan kontraksi atau pengetatan sementara pada jaringan kulit, termasuk pori-pori.

    Efek ini membantu mengurangi penampilan pori-pori yang membesar dan mengontrol sekresi minyak yang keluar ke permukaan kulit.

    Meskipun tidak menghentikan produksi sebum dari kelenjar sebasea secara permanen, efek astringen dari sabun sereh dapat memberikan kontrol minyak topikal yang efektif. Dengan mengurangi jumlah minyak di permukaan kulit, potensi penyumbatan pori-pori menjadi lebih rendah.

    Menurut literatur dalam ilmu kosmetik, bahan dengan sifat astringen membantu menjaga kebersihan kulit dan memberikan sensasi kulit yang lebih kencang dan tidak terlalu berminyak.

    Regulasi sebum di area seperti punggung dan dada ini merupakan langkah preventif yang krusial untuk mengelola dan mengurangi frekuensi kemunculan jerawat tubuh.