Inilah 17 Manfaat Sabun Pepaya, Atasi Jerawat Membandel!
Selasa, 6 Januari 2026 oleh journal
Penggunaan pembersih wajah yang diformulasikan dengan ekstrak buah Carica papaya telah mendapatkan perhatian signifikan dalam dermatologi kosmetik karena kemampuannya dalam mengatasi permasalahan kulit yang rentan terhadap lesi inflamasi dan non-inflamasi.
Komponen bioaktif utamanya, sebuah enzim proteolitik yang dikenal sebagai papain, bekerja secara spesifik pada lapisan terluar kulit atau stratum korneum.
Enzim ini memiliki kemampuan keratolitik, yaitu memecah ikatan protein keratin yang menyatukan sel-sel kulit mati, sehingga memfasilitasi proses pengelupasan alami kulit secara lembut tanpa abrasi fisik yang keras.
Mekanisme kerja ini sangat relevan untuk kondisi kulit yang ditandai dengan hiperkeratinisasi folikular, yaitu salah satu faktor patogenesis utama dalam pembentukan komedo dan jerawat.
manfaat sabun pepaya yang bagus untuk jerawat
- Mengeksfoliasi Sel Kulit Mati Secara Enzimatik.
Sabun pepaya mengandung enzim papain, sebuah protease sistein yang berfungsi sebagai agen eksfoliasi biokimia.
Papain secara selektif memecah protein keratin pada sel-sel kulit mati (korneosit) di permukaan epidermis tanpa merusak sel-sel kulit yang sehat di bawahnya.
Proses ini dikenal sebagai eksfoliasi enzimatik, yang jauh lebih lembut dibandingkan eksfoliasi fisik (scrub) atau kimia dengan konsentrasi asam yang tinggi.
Dengan meluruhkan lapisan sel mati ini, permukaan kulit menjadi lebih halus dan proses regenerasi sel dapat berlangsung lebih efisien, yang merupakan langkah fundamental dalam perawatan kulit berjerawat.
Manfaat dari eksfoliasi lembut ini sangat signifikan bagi kulit yang sedang meradang akibat jerawat. Eksfoliasi yang keras dapat memicu iritasi lebih lanjut dan bahkan menyebarkan bakteri penyebab jerawat ke area lain.
Sebaliknya, papain bekerja dengan presisi untuk membersihkan permukaan kulit, mengurangi potensi penyumbatan pori-pori di masa depan.
Berbagai penelitian, seperti yang sering dibahas dalam publikasi dermatologi, menunjukkan bahwa eksfoliasi enzimatik dapat meningkatkan kejernihan kulit dan mengurangi kekusaman secara bertahap dan aman.
- Mencegah Pori-Pori Tersumbat (Clogged Pores).
Penyumbatan pori-pori adalah pemicu utama dari berbagai bentuk jerawat, mulai dari komedo hingga papula dan pustula yang meradang.
Penyumbatan ini terjadi ketika sel-sel kulit mati, sebum (minyak alami kulit), dan kotoran terperangkap di dalam folikel rambut.
Kemampuan papain dalam sabun pepaya untuk melarutkan dan mengangkat sel-sel kulit mati secara efektif memainkan peran krusial dalam mencegah akumulasi material ini. Dengan penggunaan teratur, pembersih ini membantu menjaga saluran folikel tetap bersih dan terbuka.
Secara klinis, pori-pori yang bersih mengurangi kemungkinan terjadinya mikrokomedo, yaitu lesi jerawat awal yang tidak terlihat oleh mata telanjang. Dengan mencegah pembentukan mikrokomedo, siklus perkembangan jerawat dapat diputus sejak dini.
Hal ini menjadikan sabun pepaya sebagai tindakan preventif yang sangat baik, tidak hanya untuk mengobati jerawat yang ada tetapi juga untuk meminimalkan kemunculan jerawat baru di kemudian hari, menjaga kulit tetap dalam kondisi seimbang.
- Mengurangi Pembentukan Komedo (Blackhead dan Whitehead).
Komedo, baik yang terbuka (blackhead) maupun tertutup (whitehead), adalah bentuk jerawat non-inflamasi yang disebabkan oleh penyumbatan pori-pori. Blackhead terbentuk ketika sumbatan teroksidasi oleh udara, sedangkan whitehead tetap tertutup di bawah permukaan kulit.
Sifat keratolitik dari enzim papain secara langsung menargetkan sumbatan keratin ini. Papain membantu melunakkan dan memecah massa yang menyumbat pori, sehingga lebih mudah dikeluarkan dari kulit saat proses pembersihan.
Penggunaan sabun pepaya secara konsisten dapat mengurangi visibilitas dan jumlah komedo secara signifikan. Dengan membersihkan pori-pori dari sumbatan keratin dan sebum yang mengeras, tekstur kulit menjadi lebih rata dan halus.
Ini adalah pendekatan yang lebih aman daripada ekstraksi komedo secara manual yang berisiko menyebabkan luka, infeksi, atau bahkan jaringan parut pada kulit yang sensitif.
- Memiliki Sifat Anti-inflamasi.
Jerawat sering kali disertai dengan peradangan, yang bermanifestasi sebagai kemerahan, bengkak, dan rasa nyeri pada lesi.
Pepaya tidak hanya mengandung papain tetapi juga enzim lain seperti chymopapain, yang keduanya telah menunjukkan sifat anti-inflamasi dalam berbagai studi.
Menurut riset yang dipublikasikan di Journal of Immunotoxicology, enzim-enzim ini dapat membantu mengurangi respons peradangan pada kulit dengan cara memodulasi jalur sinyal seluler yang terlibat dalam inflamasi.
Dengan meredakan peradangan, sabun pepaya dapat membantu menenangkan jerawat yang aktif dan kemerahan di sekitarnya. Hal ini membuat lesi jerawat menjadi kurang terlihat dan terasa lebih nyaman.
Pengurangan inflamasi juga merupakan kunci untuk mencegah kerusakan jaringan yang lebih dalam, yang pada akhirnya dapat meminimalkan risiko terbentuknya bekas jerawat permanen seperti jaringan parut atrofi.
- Menunjukkan Aktivitas Antimikroba Ringan.
Meskipun bukan merupakan agen antibakteri yang poten seperti benzoil peroksida atau antibiotik, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pepaya memiliki aktivitas antimikroba.
Aktivitas ini dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri pada permukaan kulit, termasuk Propionibacterium acnes (sekarang dikenal sebagai Cutibacterium acnes), bakteri yang berperan penting dalam patogenesis jerawat inflamasi.
Mekanismenya terkait dengan kemampuan enzim proteolitik untuk mengganggu struktur sel bakteri.
Dengan mengurangi populasi bakteri pada kulit, sabun pepaya membantu menciptakan lingkungan yang kurang kondusif bagi perkembangan jerawat. Manfaat ini bersifat suportif, melengkapi efek eksfoliasi dan anti-inflamasinya.
Penggunaan sabun pepaya dapat menjadi bagian dari pendekatan holistik untuk mengelola jerawat dengan menargetkan beberapa faktor penyebabnya secara bersamaan, dari penyumbatan pori hingga kolonisasi bakteri.
- Membantu Mencerahkan Bekas Jerawat (Hiperpigmentasi Pasca-inflamasi).
Setelah jerawat meradang sembuh, sering kali meninggalkan noda gelap yang dikenal sebagai hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH). Noda ini terbentuk akibat produksi melanin yang berlebihan sebagai respons terhadap peradangan.
Proses eksfoliasi yang didorong oleh papain mempercepat pergantian sel kulit (cell turnover), yang berarti sel-sel kulit yang lebih gelap dan berpigmen di permukaan akan lebih cepat digantikan oleh sel-sel baru yang lebih cerah dari lapisan bawah.
Penggunaan sabun pepaya secara teratur membantu memudarkan PIH secara bertahap, menghasilkan warna kulit yang lebih merata dari waktu ke waktu.
Efek pencerahan ini juga didukung oleh kandungan vitamin C dalam pepaya, yang merupakan inhibitor tirosinase, enzim kunci dalam produksi melanin.
Kombinasi efek eksfoliasi dan penghambatan melanin ini menjadikan sabun pepaya efektif untuk mengatasi sisa-sisa noda setelah jerawat aktif teratasi.
- Meratakan Tekstur Kulit yang Kasar.
Jerawat dan bekasnya dapat membuat tekstur kulit terasa kasar dan tidak rata. Penumpukan sel kulit mati dan adanya lesi jerawat yang menonjol atau bekas luka dangkal berkontribusi pada masalah tekstur ini.
Sifat eksfoliasi enzimatik sabun pepaya bekerja untuk menghaluskan permukaan kulit dengan menghilangkan lapisan sel mati yang tidak rata. Proses ini secara bertahap mengikis ketidaksempurnaan tekstur minor pada kulit.
Dengan penggunaan jangka panjang, kulit akan terasa lebih lembut dan halus saat disentuh. Pori-pori juga dapat tampak lebih kecil karena bersih dari sumbatan yang membuatnya terlihat membesar.
Perbaikan tekstur ini tidak hanya meningkatkan penampilan visual kulit tetapi juga membuat aplikasi produk perawatan kulit lainnya, seperti serum atau pelembap, menjadi lebih merata dan efektif.
- Membantu Mengontrol Produksi Sebum Berlebih.
Meskipun sabun pepaya tidak secara langsung menekan aktivitas kelenjar sebasea, efek pembersihannya sangat efisien dalam mengangkat kelebihan sebum dari permukaan kulit. Produksi minyak yang berlebihan adalah salah satu karakteristik utama kulit berjerawat.
Dengan membersihkan minyak ini secara efektif tanpa membuat kulit menjadi kering dan teriritasi, sabun pepaya membantu menjaga keseimbangan kulit.
Kulit yang terlalu kering akibat pembersih yang keras justru dapat memicu produksi sebum yang lebih banyak sebagai mekanisme kompensasi (rebound oiliness).
Sabun pepaya yang diformulasikan dengan baik mampu membersihkan minyak tanpa mengikis lapisan pelindung alami kulit (skin barrier) secara berlebihan.
Hal ini membantu menormalkan kondisi permukaan kulit dan mengurangi kilap yang tidak diinginkan sepanjang hari, menciptakan dasar yang baik untuk rutinitas perawatan jerawat.
- Kaya akan Antioksidan Pelindung Kulit.
Pepaya merupakan sumber antioksidan yang kaya, terutama vitamin C, vitamin A (dalam bentuk beta-karoten), dan likopen.
Antioksidan ini memainkan peran penting dalam melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas yang dihasilkan oleh paparan sinar UV, polusi, dan proses metabolisme internal.
Stres oksidatif diketahui dapat memperburuk peradangan pada jerawat, sebagaimana dibahas dalam berbagai artikel di Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology.
Dengan menyediakan perlindungan antioksidan, sabun pepaya membantu memperkuat pertahanan kulit terhadap faktor lingkungan yang dapat memicu atau memperparah jerawat.
Vitamin C, khususnya, tidak hanya melindungi tetapi juga penting untuk sintesis kolagen, yang mendukung proses penyembuhan kulit. Manfaat antioksidan ini memberikan nilai tambah yang signifikan di luar fungsi pembersihan dan eksfoliasinya.
- Mempercepat Regenerasi dan Perbaikan Sel Kulit.
Proses regenerasi kulit, atau pergantian sel, adalah proses alami di mana sel-sel baru dari lapisan basal epidermis bergerak ke atas untuk menggantikan sel-sel tua di permukaan. Pada kulit berjerawat, proses ini bisa melambat atau terganggu.
Dengan menghilangkan lapisan terluar dari sel-sel mati, papain dalam sabun pepaya secara efektif memberi sinyal pada kulit untuk mempercepat laju regenerasi seluler.
Pergantian sel yang lebih cepat ini sangat bermanfaat untuk penyembuhan lesi jerawat dan memudarkan bekasnya. Kulit yang rusak akibat peradangan dapat diperbaiki lebih cepat, digantikan oleh jaringan kulit yang baru dan sehat.
Proses ini membantu memulihkan integritas dan penampilan kulit secara keseluruhan setelah episode jerawat aktif.
- Mengurangi Kemerahan Akibat Iritasi.
Sifat anti-inflamasi dari enzim papain dan chymopapain secara langsung berkontribusi pada pengurangan eritema, atau kemerahan, yang sering menyertai jerawat. Kemerahan ini adalah tanda visual dari respons imun tubuh terhadap bakteri dan kerusakan folikel.
Sabun pepaya dapat membantu menenangkan kulit yang teriritasi dan meredakan kemerahan tersebut.
Efek menenangkan ini membuat penampilan jerawat menjadi tidak terlalu mencolok dan membantu kulit terlihat lebih sehat secara keseluruhan.
Bagi individu dengan kulit sensitif yang rentan terhadap kemerahan, penggunaan pembersih enzimatik seperti sabun pepaya bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai dibandingkan produk dengan bahan aktif yang lebih agresif yang dapat memicu iritasi tambahan.
- Membersihkan Secara Mendalam Tanpa Mengikis Kelembapan.
Salah satu tantangan terbesar dalam merawat kulit berjerawat adalah membersihkannya secara efektif tanpa menyebabkan kekeringan yang berlebihan. Formulasi sabun pepaya yang baik akan menyeimbangkan kemampuan pembersihan mendalam dengan bahan-bahan yang menjaga kelembapan, seperti gliserin.
Enzim papain membersihkan pori-pori dari dalam, sementara basis sabun yang lembut mengangkat kotoran dan minyak tanpa mengganggu lipid barrier kulit.
Menjaga kelembapan kulit sangat penting, karena kulit yang dehidrasi dapat menjadi lebih rentan terhadap iritasi dan bahkan dapat memproduksi lebih banyak minyak.
Dengan demikian, sabun pepaya menawarkan pembersihan yang tuntas namun tetap menjaga keseimbangan hidrasi kulit. Ini menjadikannya pilihan ideal untuk penggunaan sehari-hari dalam jangka panjang tanpa risiko efek samping yang merugikan.
- Sumber Alami Vitamin A.
Pepaya kaya akan beta-karoten, sebuah provitamin A yang dapat diubah oleh tubuh menjadi retinol (bentuk aktif vitamin A).
Vitamin A adalah salah satu nutrisi terpenting untuk kesehatan kulit dan merupakan bahan dasar dari banyak obat jerawat topikal dan oral yang sangat efektif (retinoid).
Vitamin A berperan dalam menormalkan proses diferensiasi sel di dalam folikel, mencegah penumpukan sel yang menyebabkan penyumbatan.
Meskipun penyerapan vitamin A secara topikal dari sabun mungkin terbatas, keberadaannya tetap memberikan manfaat nutrisi tambahan bagi kulit.
Paparan secara teratur terhadap senyawa turunan vitamin A ini dapat mendukung fungsi kulit yang sehat dan membantu mengatur proses yang terganggu pada kulit berjerawat. Hal ini menambah dimensi nutrisi pada manfaat sabun pepaya.
- Meningkatkan Penetrasi Produk Perawatan Lainnya.
Dengan mengangkat lapisan tebal sel kulit mati yang dapat bertindak sebagai penghalang, penggunaan sabun pepaya secara teratur dapat meningkatkan efektivitas produk perawatan kulit lainnya.
Lapisan stratum korneum yang lebih tipis dan bersih memungkinkan bahan aktif dari serum, pelembap, atau obat jerawat topikal untuk menembus kulit dengan lebih baik dan mencapai target selulernya.
Ini berarti produk seperti serum yang mengandung asam salisilat, niasinamida, atau retinoid akan bekerja lebih optimal pada kulit yang telah dipersiapkan dengan sabun pepaya.
Efek sinergis ini memaksimalkan hasil dari seluruh rutinitas perawatan kulit, membuat setiap langkah menjadi lebih efektif dalam mengatasi jerawat dan menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.
- Mengurangi Risiko Terbentuknya Jaringan Parut (Scarring).
Jaringan parut jerawat, terutama jenis atrofi (bopeng), terbentuk akibat kerusakan kolagen dan elastin selama proses peradangan yang parah atau berkepanjangan. Dengan mengelola jerawat secara efektif pada tahap awal, sabun pepaya dapat membantu mengurangi risiko ini.
Sifat anti-inflamasinya membatasi tingkat keparahan peradangan, sehingga meminimalkan kerusakan jaringan di sekitarnya.
Selain itu, dengan mempercepat regenerasi sel dan mendukung proses penyembuhan yang sehat, kulit memiliki kesempatan yang lebih baik untuk pulih tanpa membentuk jaringan parut permanen.
Mencegah pembentukan lesi jerawat yang parah melalui pembersihan dan eksfoliasi rutin adalah strategi proaktif yang paling efektif untuk menghindari konsekuensi jangka panjang seperti bopeng.
- Memberikan Efek Menenangkan pada Kulit.
Selain sifat anti-inflamasinya, kombinasi enzim dan vitamin dalam pepaya dapat memberikan efek menenangkan secara umum pada kulit yang stres dan reaktif.
Proses pembersihan yang lembut dan tidak mengiritasi itu sendiri sudah merupakan langkah penting untuk menenangkan kulit yang berjerawat. Kulit yang bersih dan terhidrasi dengan baik cenderung tidak terlalu reaktif terhadap pemicu eksternal.
Banyak pengguna melaporkan sensasi kulit yang lebih tenang dan nyaman setelah menggunakan produk berbasis pepaya.
Efek ini membantu mengurangi siklus iritasi dan peradangan yang sering dialami oleh penderita jerawat, menciptakan kondisi kulit yang lebih stabil dan kondusif untuk penyembuhan.
- Merupakan Alternatif Eksfolian yang Lebih Lembut.
Bagi individu dengan kulit sensitif atau mereka yang tidak dapat mentolerir eksfolian kimia seperti Alpha Hydroxy Acids (AHAs) atau Beta Hydroxy Acids (BHAs) dalam konsentrasi tinggi, sabun pepaya menawarkan alternatif yang sangat baik.
Eksfoliasi enzimatik bekerja pada pH yang lebih netral dan dianggap kurang mengiritasi dibandingkan eksfoliasi berbasis asam.
Kemampuannya untuk memperbaharui permukaan kulit tanpa menyebabkan kemerahan atau pengelupasan yang berlebihan menjadikannya pilihan yang aman untuk diintegrasikan ke dalam rutinitas harian.
Ini memungkinkan individu dengan kulit berjerawat dan sensitif untuk tetap mendapatkan manfaat dari eksfoliasi teratur, yang sangat penting untuk manajemen jerawat, tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan skin barrier mereka.