Inilah 28 Manfaat Sabun Lactacyd untuk Jerawat, Atasi Bakteri!

Jumat, 26 Desember 2025 oleh journal

Penggunaan pembersih wajah yang diformulasikan secara spesifik merupakan landasan fundamental dalam manajemen kulit yang rentan terhadap jerawat.

Formulasi yang mengandung asam laktat, suatu jenis Asam Alfa Hidroksi (AHA), dan dirancang untuk memiliki tingkat keasaman (pH) yang sesuai dengan kondisi alami kulit, menawarkan pendekatan biokimia yang selaras dengan fisiologi kulit.

Inilah 28 Manfaat Sabun Lactacyd untuk Jerawat, Atasi...

Menjaga mantel asam kulitlapisan pelindung tipis di permukaan kulitsangat penting karena gangguan pada lapisan ini dapat memicu berbagai masalah dermatologis, termasuk peningkatan aktivitas bakteri penyebab jerawat dan peradangan.

manfaat sabun lactacyd untuk jerawat

  1. Menjaga Keseimbangan pH Kulit

    Kulit sehat secara alami bersifat asam, dengan pH berkisar antara 4.7 hingga 5.75. Penggunaan pembersih dengan kandungan asam laktat membantu menjaga lingkungan asam ini, yang dikenal sebagai mantel asam (acid mantle).

    Lingkungan asam ini tidak ideal bagi pertumbuhan bakteri patogen seperti Cutibacterium acnes. Dengan demikian, menjaga pH fisiologis kulit adalah langkah preventif pertama dalam mengendalikan populasi bakteri penyebab jerawat dan menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.

  2. Memperkuat Lapisan Pelindung Kulit

    Mantel asam yang seimbang berfungsi sebagai garda terdepan pertahanan kulit terhadap agresi eksternal, termasuk polutan dan mikroorganisme. Formulasi sabun yang mengandung laktat mendukung integritas sawar kulit (skin barrier) ini.

    Sawar kulit yang kuat mampu menahan kelembapan lebih baik dan lebih tahan terhadap iritasi, yang sering kali dapat memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada.

  3. Sifat Antimikroba Alami

    Asam laktat itu sendiri menunjukkan aktivitas antimikroba langsung terhadap berbagai jenis bakteri. Mekanisme kerjanya melibatkan gangguan pada membran sel bakteri, sehingga menghambat kemampuan mereka untuk bereplikasi dan bertahan hidup di permukaan kulit.

    Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal dermatologi, aktivitas ini secara signifikan dapat mengurangi kolonisasi C. acnes pada folikel rambut.

  4. Menghambat Pertumbuhan Cutibacterium acnes

    Secara spesifik, lingkungan asam yang diciptakan oleh asam laktat sangat tidak mendukung bagi C. acnes. Bakteri ini berkembang biak secara optimal pada pH yang lebih netral atau basa.

    Dengan menurunkan pH permukaan kulit secara konsisten, penggunaan pembersih berbasis laktat secara efektif menciptakan kondisi yang menghambat proliferasi bakteri pemicu utama inflamasi pada jerawat.

  5. Mengurangi Peradangan (Inflamasi)

    Jerawat pada dasarnya adalah kondisi peradangan. Asam laktat telah terbukti memiliki sifat anti-inflamasi dengan memodulasi respons imun pada kulit.

    Hal ini membantu meredakan kemerahan, pembengkakan, dan rasa tidak nyaman yang terkait dengan lesi jerawat inflamasi seperti papula dan pustula, sehingga mempercepat proses penyembuhan lesi aktif.

  6. Eksfoliasi Kimiawi yang Ringan

    Sebagai bagian dari kelompok AHA, asam laktat berfungsi sebagai agen keratolitik ringan. Bahan ini bekerja dengan cara melarutkan "lem" interseluler yang mengikat sel-sel kulit mati (korneosit) di lapisan stratum korneum.

    Proses eksfoliasi ini membantu mencegah penumpukan sel kulit mati yang dapat menyumbat pori-pori dan menjadi cikal bakal terbentuknya komedo.

  7. Membersihkan Pori-Pori Tersumbat

    Dengan kemampuannya mengangkat sel kulit mati dan melarutkan sebum yang mengeras, asam laktat sangat efektif dalam membersihkan penyumbatan di dalam pori-pori.

    Pori-pori yang bersih mengurangi kemungkinan terbentuknya mikrokomedo, yang merupakan lesi awal dari semua jenis jerawat. Pembersihan mendalam ini juga membuat pori-pori tampak lebih kecil dan kulit terlihat lebih halus.

  8. Merangsang Pergantian Sel Kulit

    Proses eksfoliasi yang dipicu oleh asam laktat secara tidak langsung mengirimkan sinyal ke lapisan kulit yang lebih dalam untuk mempercepat laju pergantian sel (cell turnover).

    Regenerasi sel yang lebih cepat membantu menggantikan sel-sel kulit lama yang mungkin rusak atau mengalami hiperpigmentasi dengan sel-sel baru yang lebih sehat. Proses ini sangat penting untuk perbaikan tekstur dan warna kulit pasca-jerawat.

  9. Meningkatkan Hidrasi Kulit

    Berbeda dengan beberapa agen anti-jerawat lain yang cenderung mengeringkan, asam laktat adalah humektan alami. Ini berarti asam laktat mampu menarik dan mengikat molekul air dari lingkungan ke dalam kulit, sehingga meningkatkan tingkat hidrasi.

    Kulit yang terhidrasi dengan baik memiliki fungsi sawar yang lebih optimal dan tidak terpicu untuk memproduksi sebum secara berlebihan.

  10. Memudarkan Bekas Jerawat (PIH)

    Bekas jerawat yang berwarna gelap, atau Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH), terjadi akibat produksi melanin berlebih sebagai respons terhadap peradangan. Sifat eksfoliasi asam laktat membantu mempercepat pengelupasan sel-sel kulit yang mengandung pigmen berlebih tersebut.

    Penggunaan rutin dapat secara bertahap memudarkan noda hitam dan meratakan warna kulit.

  11. Menghaluskan Tekstur Kulit

    Akumulasi sel kulit mati dan peradangan jerawat sering kali membuat tekstur kulit terasa kasar dan tidak merata.

    Dengan menghilangkan lapisan sel mati di permukaan dan merangsang regenerasi sel, asam laktat berkontribusi pada perbaikan tekstur kulit secara signifikan. Hasilnya adalah permukaan kulit yang terasa lebih lembut, halus, dan kenyal.

  12. Pembersih yang Lembut (Gentle Cleanser)

    Formulasi sabun dengan pH seimbang dan kandungan laktat umumnya dirancang untuk membersihkan tanpa bersifat keras (harsh). Pembersih ini mampu mengangkat kotoran, minyak, dan sisa makeup secara efektif tanpa mengikis lapisan lipid esensial kulit.

    Sifatnya yang lembut membuatnya cocok untuk penggunaan sehari-hari, bahkan pada kulit yang sedang meradang akibat jerawat.

  13. Tidak Merusak Lapisan Minyak Alami

    Banyak sabun anti-jerawat yang bersifat basa dapat melucuti minyak alami (sebum) secara agresif, menyebabkan kulit menjadi kering dan teriritasi. Sebaliknya, pembersih berbasis laktat menghormati komposisi lipid alami kulit.

    Pembersih ini hanya menghilangkan kelebihan sebum tanpa mengganggu keseimbangan minyak yang diperlukan untuk menjaga kesehatan sawar kulit.

  14. Mencegah Efek Kulit Kering "Tarik"

    Sensasi kulit yang terasa kencang dan seperti "tertarik" setelah mencuci muka adalah tanda bahwa pelindung kelembapan kulit telah terganggu. Formulasi yang lembut dan menghidrasi seperti yang ditemukan pada sabun Lactacyd membantu mencegah dehidrasi trans-epidermal.

    Hal ini memastikan kulit tetap terasa nyaman, lembap, dan seimbang setelah proses pembersihan.

  15. Mengurangi Produksi Sebum Berlebih

    Ketika kulit terlalu kering akibat pembersih yang keras, kelenjar sebasea dapat terpicu untuk memproduksi lebih banyak minyak sebagai kompensasi (dikenal sebagai rebound effect).

    Dengan menjaga hidrasi dan tidak mengiritasi kulit, pembersih pH seimbang membantu menormalkan sinyal produksi sebum. Ini secara tidak langsung membantu mengontrol tingkat minyak pada wajah dalam jangka panjang.

  16. Cocok untuk Kulit Sensitif

    Molekul asam laktat lebih besar dibandingkan dengan beberapa AHA lainnya, seperti asam glikolat, sehingga penetrasinya ke dalam kulit lebih lambat dan tidak terlalu dalam. Karakteristik ini membuatnya memiliki potensi iritasi yang lebih rendah.

    Oleh karena itu, pembersih ini sering kali dapat ditoleransi dengan baik oleh individu dengan kulit sensitif yang juga rentan berjerawat.

  17. Menyiapkan Kulit untuk Produk Perawatan Lain

    Kulit yang bersih dan terbebas dari lapisan sel mati merupakan kanvas yang ideal untuk aplikasi produk perawatan kulit selanjutnya.

    Penggunaan pembersih ini memastikan bahwa serum, pelembap, atau obat jerawat topikal dapat menembus kulit secara lebih efektif. Hal ini memaksimalkan efikasi dari keseluruhan rutinitas perawatan kulit.

  18. Meningkatkan Penyerapan Obat Jerawat

    Dengan membersihkan pori-pori dan mengangkat sel-sel kulit mati yang dapat menghalangi penyerapan, pembersih berbasis laktat dapat meningkatkan bioavailabilitas bahan aktif lain.

    Bahan seperti benzoil peroksida, asam salisilat, atau retinoid yang diaplikasikan setelahnya dapat bekerja lebih optimal. Peningkatan penyerapan ini dapat mempercepat hasil perawatan jerawat yang sedang dijalani.

  19. Mengurangi Efek Samping Obat Jerawat

    Banyak obat jerawat topikal yang kuat memiliki efek samping berupa kekeringan, pengelupasan, dan iritasi. Sifat melembapkan dan menenangkan dari asam laktat dapat membantu menetralkan sebagian dari efek samping ini.

    Menggunakan pembersih yang lembut dan menghidrasi dapat meningkatkan toleransi pasien terhadap rejimen pengobatan jerawat yang diresepkan oleh dokter.

  20. Dapat Digunakan sebagai Terapi Pendamping

    Karena sifatnya yang lembut namun efektif, pembersih ini sangat ideal untuk digunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi. Baik dikombinasikan dengan obat topikal maupun perawatan oral untuk jerawat, pembersih ini mendukung kesehatan kulit secara umum.

    Fungsinya adalah menjaga fondasi kulit tetap sehat agar perawatan utama dapat bekerja dengan lebih baik.

  21. Mencerahkan Kulit Kusam

    Kulit kusam sering kali disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati dan dehidrasi. Kemampuan eksfoliasi dan hidrasi dari asam laktat bekerja secara sinergis untuk mengatasi kedua masalah ini.

    Dengan mengangkat lapisan kusam di permukaan dan meningkatkan kelembapan, kulit akan tampak lebih cerah, segar, dan bercahaya.

  22. Bertindak sebagai Antioksidan

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asam laktat memiliki kapasitas antioksidan, meskipun tidak sekuat vitamin C atau E. Sifat ini membantunya dalam menetralisir kerusakan akibat radikal bebas dari paparan sinar UV dan polusi.

    Perlindungan terhadap stres oksidatif ini penting, karena stres oksidatif diketahui dapat memperburuk peradangan pada jerawat.

  23. Meningkatkan Kesehatan Mikrobioma Kulit

    Mikrobioma kulit adalah ekosistem kompleks dari mikroorganisme yang hidup di permukaan kulit. Menjaga pH asam yang fisiologis membantu mendukung pertumbuhan bakteri baik (komensal) dan menekan bakteri jahat (patogen).

    Keseimbangan mikrobioma yang sehat sangat krusial untuk fungsi imun kulit dan pencegahan berbagai masalah kulit, termasuk jerawat.

  24. Mencegah Pembentukan Komedo Baru

    Dengan menjaga pori-pori tetap bersih melalui eksfoliasi rutin dan mengontrol produksi sebum, pembersih ini secara proaktif mencegah pembentukan lesi jerawat baru. Tindakan preventif ini sangat penting dalam siklus manajemen jerawat.

    Mencegah komedo berarti memutus rantai perkembangan jerawat sebelum menjadi lesi yang meradang.

  25. Mendukung Sintesis Kolagen

    Meskipun efeknya lebih ringan dibandingkan AHA dengan konsentrasi tinggi, studi ilmiah, seperti yang dipublikasikan oleh Smith (1996), menunjukkan bahwa asam laktat dapat merangsang fibroblas untuk memproduksi kolagen.

    Peningkatan produksi kolagen dalam jangka panjang dapat membantu memperbaiki tekstur kulit dan mengurangi tampilan bekas jerawat atrofi (bopeng) yang dangkal.

  26. Mengurangi Risiko Iritasi Akibat Pembersih Keras

    Banyak individu dengan kulit berjerawat keliru menggunakan pembersih yang sangat kuat dengan harapan dapat "mengeringkan" jerawat. Praktik ini justru merusak sawar kulit, memicu iritasi, dan memperburuk kondisi.

    Beralih ke pembersih pH seimbang seperti Lactacyd dapat memutus siklus iritasi ini dan memungkinkan kulit untuk memulai proses penyembuhannya.

  27. Meningkatkan Fungsi Enzim Kulit

    Beberapa enzim penting di kulit yang bertanggung jawab atas proses deskuamasi (pelepasan sel kulit mati) secara alami berfungsi optimal dalam lingkungan asam.

    Dengan menjaga pH kulit tetap rendah, pembersih berbasis laktat membantu enzim-enzim ini bekerja secara efisien. Hal ini mendukung proses pengelupasan alami kulit dan mencegah penumpukan sel mati.

  28. Mendukung Kesehatan Kulit Jangka Panjang

    Manfaat dari penggunaan pembersih yang tepat melampaui sekadar mengatasi jerawat aktif. Dengan secara konsisten menjaga pH, memperkuat sawar kulit, dan menyeimbangkan mikrobioma, pembersih ini berkontribusi pada kesehatan kulit secara holistik.

    Fondasi kulit yang sehat akan lebih tangguh dalam menghadapi berbagai pemicu jerawat dan faktor stres lingkungan di masa depan.