Ketahui 21 Manfaat Sabun Cuci Piring untuk Cuci Sepatu, Hilangkan Noda Membandel!

Selasa, 23 Desember 2025 oleh journal

Penggunaan detergen pencuci piring sebagai agen pembersih alternatif untuk alas kaki merupakan sebuah praktik yang didasari oleh prinsip kimia formulasi produk tersebut.

Cairan ini dirancang secara spesifik untuk melarutkan lemak dan sisa makanan yang kompleks, sebuah kapabilitas yang ternyata juga sangat efektif untuk mengangkat berbagai jenis kotoran yang menempel pada sepatu.

Ketahui 21 Manfaat Sabun Cuci Piring untuk Cuci...

Dengan demikian, aplikasi produk ini pada material alas kaki memanfaatkan kemampuan surfaktannya untuk membersihkan secara mendalam tanpa memerlukan bahan kimia yang lebih agresif.

manfaat sabun cucipiring untuk cuci sepatu

  1. Efektivitas Melarutkan Noda Minyak dan Lemak.

    Formulasi sabun cuci piring secara inheren mengandung molekul surfaktan yang bersifat amfifilik, artinya memiliki ujung hidrofilik (tertarik pada air) dan ujung hidrofobik (tertarik pada minyak).

    Sifat ini memungkinkan molekul tersebut mengelilingi partikel minyak atau lemak pada permukaan sepatu, membentuk misel yang kemudian dapat dengan mudah dibilas oleh air.

    Kemampuan ini sangat efektif untuk membersihkan noda dari makanan, oli kendaraan, atau kotoran berbasis minyak lainnya yang sering mengotori sepatu.

  2. Kemampuan Surfaktan Mengangkat Partikel Kotoran Padat.

    Surfaktan dalam sabun cuci piring bekerja dengan cara menurunkan tegangan permukaan air. Penurunan ini memungkinkan air untuk meresap lebih dalam ke dalam pori-pori material sepatu, seperti kanvas atau mesh.

    Akibatnya, air dapat menjangkau dan melepaskan partikel kotoran padat seperti debu, tanah, dan lumpur yang terperangkap di antara serat-serat kain, sehingga proses pembersihan menjadi lebih efisien dan menyeluruh.

  3. pH yang Relatif Netral.

    Sebagian besar sabun cuci piring diformulasikan memiliki pH yang mendekati netral (sekitar pH 7), berbeda dengan detergen pakaian yang cenderung lebih basa (alkalin).

    Tingkat keasaman yang netral ini lebih aman untuk berbagai material sepatu, termasuk kulit sintetis, kanvas berwarna, dan karet, karena meminimalkan risiko kerusakan struktur polimer, pemudaran warna, atau pengeroposan material.

    Studi dalam bidang kimia tekstil sering menunjukkan bahwa larutan dengan pH ekstrim dapat merusak integritas serat.

  4. Minimalisasi Residu Kimia.

    Formula sabun cuci piring dirancang agar mudah dibilas dan tidak meninggalkan sisa sabun yang lengket atau berkerak.

    Hal ini penting untuk sepatu, karena residu yang tertinggal dapat menarik lebih banyak kotoran, membuat sepatu cepat kotor kembali, atau bahkan menyebabkan iritasi pada kulit jika bersentuhan langsung.

    Kemudahan pembilasan ini memastikan material sepatu kembali bersih tanpa lapisan kimia tambahan yang tidak diinginkan.

  5. Aman untuk Berbagai Jenis Material.

    Berkat formulasinya yang lembut dan pH netral, sabun cuci piring dapat diaplikasikan pada beragam material alas kaki, mulai dari kanvas, nilon, poliester, hingga sol karet dan busa EVA.

    Sifatnya yang tidak abrasif dan tidak mengandung pemutih atau enzim kuat (seperti pada detergen pakaian) menjadikannya pilihan pembersih serbaguna.

    Namun, uji coba pada area kecil yang tersembunyi tetap direkomendasikan untuk material yang sangat sensitif seperti suede atau nubuck.

  6. Efektif Membersihkan Bagian Sol Karet.

    Sol sepatu, terutama yang berwarna putih, sering kali menjadi bagian yang paling kotor dan sulit dibersihkan.

    Agen pembersih dalam sabun cuci piring sangat efektif dalam memecah lapisan kotoran dan minyak jalanan yang menumpuk pada permukaan karet atau busa pada midsole.

    Dengan bantuan sikat, larutan sabun ini dapat mengangkat kotoran dari tekstur sol yang paling rumit sekalipun, mengembalikan kecerahan warnanya.

  7. Menghilangkan Bau Tidak Sedap.

    Bau pada sepatu sering kali disebabkan oleh pertumbuhan bakteri yang memetabolisme keringat dan sel kulit mati.

    Sabun cuci piring, terutama yang memiliki tambahan antibakteri atau aroma lemon, tidak hanya membersihkan sumber makanan bakteri (kotoran organik) tetapi juga membantu menetralkan molekul penyebab bau.

    Proses pembersihan fisik dengan surfaktan secara efektif menghilangkan sebagian besar mikroorganisme penyebab bau dari permukaan sepatu.

  8. Solusi Ekonomis dan Mudah Diakses.

    Dibandingkan dengan produk pembersih sepatu khusus yang sering kali lebih mahal dan tidak selalu tersedia, sabun cuci piring merupakan alternatif yang sangat ekonomis.

    Produk ini dapat ditemukan di hampir setiap rumah tangga dan toko, menjadikannya solusi pembersihan yang praktis dan dapat diakses kapan saja saat dibutuhkan. Efisiensi biaya ini menjadi nilai tambah yang signifikan tanpa mengorbankan kualitas pembersihan.

  9. Mengembalikan Warna Asli Tali Sepatu.

    Tali sepatu yang terbuat dari katun atau poliester dapat menyerap kotoran dengan sangat mudah.

    Merendam tali sepatu dalam larutan air hangat dan sabun cuci piring dapat secara efektif melunakkan dan mengangkat kotoran yang terperangkap di dalam jalinan serat.

    Sifat degreasing dari sabun membantu menghilangkan penumpukan kotoran tubuh dan lingkungan, sehingga warna asli tali sepatu dapat kembali cerah setelah dibilas.

  10. Mencegah Penumpukan Jamur dan Lumut.

    Kondisi sepatu yang lembap dan kotor adalah lingkungan ideal untuk pertumbuhan jamur dan lumut. Pembersihan rutin menggunakan sabun cuci piring membantu menghilangkan spora jamur dan nutrisi organik yang mereka butuhkan untuk berkembang biak.

    Menjaga kebersihan permukaan sepatu secara konsisten merupakan langkah preventif yang penting untuk menghindari kerusakan material dan masalah bau yang disebabkan oleh mikroorganisme ini.

  11. Tidak Mengandung Pemutih yang Merusak Warna.

    Banyak pembersih serbaguna atau detergen pakaian mengandung agen pemutih (bleaching agent) seperti klorin atau peroksida untuk mencerahkan kain putih. Namun, bahan-bahan ini dapat merusak dan melunturkan warna pada sepatu.

    Sabun cuci piring umumnya bebas dari pemutih, sehingga aman digunakan untuk membersihkan sepatu berwarna tanpa risiko memudarkan atau meninggalkan bercak warna tidak merata.

  12. Ramah Lingkungan pada Beberapa Varian.

    Banyak produsen sabun cuci piring modern kini menawarkan formula yang dapat terurai secara hayati (biodegradable) dan bebas fosfat.

    Menggunakan produk semacam ini untuk mencuci sepatu berkontribusi pada pengurangan jejak ekologis, karena limbah air cucian yang dihasilkan tidak terlalu membahayakan ekosistem perairan. Pemilihan produk yang ramah lingkungan menunjukkan kesadaran konsumen terhadap isu keberlanjutan.

  13. Memudahkan Pembersihan Noda Spesifik (Spot Cleaning).

    Untuk noda kecil yang baru saja terjadi, larutan sabun cuci piring dapat digunakan untuk pembersihan lokal (spot cleaning).

    Cukup dengan mengaplikasikan sedikit larutan pada kain mikrofiber atau sikat gigi bekas, noda dapat dihilangkan tanpa harus mencuci seluruh sepatu. Ini adalah metode yang cepat dan efisien untuk menjaga penampilan sepatu sehari-hari.

  14. Tidak Merusak Lapisan Pelindung (Coating).

    Beberapa sepatu, terutama sepatu lari atau outdoor, memiliki lapisan pelindung anti-air (water-repellent coating). Pembersih yang keras dapat mengikis lapisan ini dan mengurangi fungsinya.

    Formulasi sabun cuci piring yang lembut cenderung tidak merusak lapisan pelindung tersebut jika digunakan dengan benar dan tidak disikat secara berlebihan, membantu mempertahankan fitur teknis sepatu lebih lama.

  15. Membentuk Busa yang Terkontrol.

    Sabun cuci piring menghasilkan busa yang cukup untuk mengangkat kotoran tetapi tidak berlebihan seperti detergen mesin cuci. Jumlah busa yang terkontrol ini memudahkan proses pembilasan dan mengurangi jumlah air yang dibutuhkan.

    Busa yang terlalu banyak dapat meninggalkan residu jika tidak dibilas dengan sempurna, sementara busa yang terkontrol memastikan pembersihan yang bersih dan tuntas.

  16. Aman Digunakan dengan Tangan Langsung.

    Karena dirancang untuk kontak langsung dengan kulit tangan saat mencuci piring, formula sabun ini umumnya lebih lembut dan mengandung pelembap. Hal ini mengurangi risiko iritasi atau kekeringan pada kulit saat mencuci sepatu secara manual.

    Aspek ini memberikan kenyamanan lebih dibandingkan menggunakan detergen bubuk yang lebih keras.

  17. Efektif pada Air dengan Berbagai Tingkat Kesadahan.

    Formulasi detergen modern, termasuk sabun cuci piring, sering kali mengandung agen pengkelat (chelating agents) yang dapat mengikat ion mineral seperti kalsium dan magnesium dalam air sadah.

    Kemampuan ini memastikan bahwa sabun tetap efektif membentuk busa dan membersihkan, bahkan ketika digunakan dengan air yang memiliki kandungan mineral tinggi, sebuah kondisi yang dapat mengurangi efektivitas sabun biasa.

  18. Menghilangkan Noda Rumput.

    Noda hijau dari rumput disebabkan oleh pigmen klorofil yang terikat pada serat kain. Surfaktan dalam sabun cuci piring dapat membantu memecah ikatan antara klorofil dan material sepatu.

    Dengan sedikit pra-perawatan menggunakan larutan sabun sebelum pencucian utama, noda rumput yang membandel dapat dihilangkan secara lebih efektif dari sepatu kanvas atau kain.

  19. Mempertahankan Fleksibilitas Material Karet.

    Pembersih yang mengandung pelarut keras atau alkohol dapat membuat material karet pada sol menjadi kering, kaku, dan rentan retak seiring waktu. Sebaliknya, sabun cuci piring membersihkan tanpa menghilangkan minyak alami atau plasticizer dari karet.

    Hal ini membantu menjaga elastisitas dan fleksibilitas sol, memperpanjang umur pakai sepatu.

  20. Mengurangi Penumpukan Elektrostatis.

    Pada material sepatu sintetis, penumpukan muatan statis dapat menarik debu dan partikel kecil lainnya. Surfaktan dalam larutan pembersih dapat meninggalkan lapisan molekuler tipis yang bersifat antistatis setelah dibilas dan dikeringkan.

    Efek ini membantu sepatu tetap bersih lebih lama setelah dicuci karena kemampuannya menolak partikel debu di udara.

  21. Dapat Dikombinasikan dengan Bahan Alami Lain.

    Sabun cuci piring dapat berfungsi sebagai bahan dasar yang aman untuk dikombinasikan dengan agen pembersih alami lainnya, seperti baking soda atau cuka (dalam aplikasi terpisah).

    Misalnya, pasta yang terbuat dari baking soda dan sabun cuci piring dapat menjadi scrub yang efektif untuk sol putih. Sifatnya yang stabil membuatnya menjadi komponen serbaguna dalam berbagai resep pembersih DIY (Do-It-Yourself).